Cari

Tradisi Sebelum Ujian Masuk Universitas di Jepang



Ujian masuk Universitas atau biasa disebut Senta Shiken merupakan momen yang terpenting dalam kehidupan masyarakat Jepang dimana mereka mempertaruhkan pikiran dan fisik mereka untuk menjalankan ujian yang menentukan hidup mereka. Tak hanya itu, menurut mereka sendiri lulus dalam ujian masuk universitas merupakan salah satu pencapaian hidup terpenting dalam kehidupan mereka karena disaat lulus ke Universitas terbaik, mereka akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk bekerja di perusahaan terbaik.


Tak jarang mereka pun melakukan tradisi untuk mendukung mereka agar lulus ujian disamping belajar.

Di artikel Kukche Languages ini akan dibahas apa saja yang mereka lakukan sebagai tradisi sebelum ujian masuk universitas. Berikut ini adalah beberapa tradisi sebelum ujian masuk Universitas di Jepang.


Makan Kitkat dan Katsudon

sumber gambar: mealplans.cooksmarts.com


Kata "KitKat" maupun “Katsudon” di Jepang pelafalannya sama dengan kalimat "katsu" yang berarti "berhasil". Jadi, "KitKat" dan Katsudon memiliki pesan positif di Jepang. Dari kata tersebut muncullah kebiasaan untuk menyemangati para pelajar dengan memberikan KitKat agar berhasil menghadapi ujian serta memakan Katsudon disaat waktu mendekati ujian. Memakan KitKat dan Katsudon pun menjadi semacam kebiasaan bagi pelajar yang mengikuti tes universitas.


Berdoa di Kuil


Berdoa sebelum ujian ternyata bukan tradisi milik Indonesia saja, di Jepang, pelajar maupun orang tua mereka akan mengunjungi kuil untuk berdoa agar lulus dalam ujian masuk universitas mereka.


Di Kuil Yushima Tenjin, banyak siswa yang menuliskan doa dan harapan di sebuah papan kayu yang kemudian digantung. Mereka meyakini dengan melakukan hal tersebut ujian masuk universitasnya akan sukses. Kegiatan ini pun dilakukan bertahun-tahun hingga menjadi tradisi.


Membeli Omamori

sumber gambar: tokyoweekender.com


Omamori adalah jimat. Kata Omamori sendiri dalam Bahasa Jepang berarti perlindungan atau untuk melindungi. Omamori berasal dari kepercayaan agama Shinto dan Budha di Jepang, dimana para pendeta dan biksu percaya jika menempatkan berkat atau doa para dewa ke dalam sebuah medium berukuran kecil. Masyarakat Jepang biasanya membeli omamori dengan tulisan Gakugyou Joju (学業成就). Fungsinya untuk perlindungan dan keberuntungan dalam pendidikan serta berharap agar lulus ujian.


Mengikuti Kelas Tambahan/Bimbingan Belajar (Bimbel)

Cram school atau disebut Juku dalam bahasa Jepang adalah lembaga bimbingan belajar yang didirikan untuk membantu siswa dalam belajar diluar sekolah demi lulus kedalam Universitas impian mereka. Pelajar di Jepang biasanya mengikuti cram school sejak setahun ujian masuk universitas. Jumlah murid kelas di setiap cram school dibatasi (bahkan ada yang man to man atau 1 guru mengajar 1 murid) agar peserta lebih bisa berkonsentrasi menekuni pelajaran dan diharapkan mampu mengikuti persaingan ujian masuk universitas yang terkenal ketat.


Semua yang melakukan tradisi ini memiliki harapan untuk selalu semangat dalam mempersiapkan menghadapi ujian masuk universitas dan berhasil lulus di universitas yang diinginkan. Kalau kamu juga sedang menghadapi ujian masuk universitas, bagaimana kalau kamu juga melakukannya?


Suka dengan artikel tentang fakta unik Jepang dan negara lainnya? Terus kepoin web www.kukchelanguages.com ya! Nantikan fakta unik lainnya di artikel berikutnya!

Follow media sosial kami

  • Kukche Languages
  • @kukchelanguages
  • Kukche Languages

Informasi Beasiswa:

  • Beasiswa_MEXT
  • Beasiswa_KGSP

Kukche Mitra Sukses CV.

Jl. Jend. A.Yani No.124 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor 16151 Indonesia

Telp. 0251-8574880

©2021 Kukche Languages. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.