SUNGAI CHEONGGYECHEON (청계천), FROM ZERO TO HERO
- rahayu moza amalia
- 13 Okt 2021
- 2 menit membaca

Sungai Cheonggyecheon merupakan sungai buatan yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Sungai ini menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Korea karena sering sekali muncul di drama korea atau music video para idol Kpop. Tapi, apakah kalian tahu? sebelum menjadi seindah sekarang, Sungai Cheonggyecheon ini dulunya sungai yang kumuh dan menjadi lambang kemiskinan, loh.
Sejarah Sungai Cheonggyecheon
Sejak 600 tahun pada masa Dinasti Joseon, Sungai Cheonggyecheon berperan penting karena terletak di pusat pemerintahan dan masyarakat Seoul (dulu bernama Hanyang) masih menggunakan transportasi air sebagai transportasi favorit pada masa itu.
Setelah Perang Korea (1950-1953), Sungai Cheonggyecheon menjadi pemukiman umum untuk para pendatang yang mengadu nasib di ibu kota. Hal ini memperparah kondisi Sungai Cheongyecheon karena tumpukan sampah dan kawasan Cheonggyecheon yang menjadi permukiman yang sangat kumuh dan padat.

(kondisi sungai cheinggyecheon tahun 1960-1970 an)
Setelah melihat kondisi Sungai Chenggyecheon yang semakin parah, akhirnya pemerintah kota Seoul memutuskan untuk merelokasi warga, menutup sungai selama 20 tahun dan membangun jalan layang pertama di Korea Selatan.
Proses Revitalisasi
Pada masa pemerintahan walikota Lee Myung Bak, berjanji untuk mengembalikan fungsi Sungai Cheonggyecheon sebagai ruang terbuka hijau. Namun, rencana tersebut banyak mendapatkan penolakan karena dianggap sebagai pemborosan uang negara dan adanya isu transportasi modern yang akan membutuhkan banyak jalan raya.
Namun, Walikota Lee bersikukuh untuk merobohkan jalan layang dan beton-beton penyangga jalan yang sudah berdiri selama 20 tahun dan melanjutkan pembangunan berkelanjutan yang akan merubah citra Korea di mata dunia.
Revitalisasi diawali dengan membersihkan air sungai, kemudian membuat ruang publik dan terbuka hijau. Untuk membuat ruang publik dan terbuka hijau ini dibutuhkan taman linier dengan luas lahan sekitar 400 hektare. Dibangun juga akses pejalan kaki yang menghubungkan dua sisi sungai. Ada 22 jembatan yang dibangun diatas sungai, 7 diantaranya khusus untuk pejalan kaki. Proses revitalisasi ini berlangsung dari tahun 2003 hingga tahun 2005.
Pada tahun 2005, aliran baru Sungai Cheonggyecheon dibuka dan langsung menarik perhatian khalayak ramai. Sisi-sisi sungai pun akhirnya dijadikan sebagai taman linear kontemporer yang multifungsi. Walikota Lee Myung Bak juga membangun museum sejarah Sungai Cheonggyecheon yang terletak dipinggir aliran Sungai Cheonggyecheon.

Daya Tarik Sungai Cheonggyecheon
Sungai Cheonggyecheon menjadi daya tarik bagi warga lokal dan asing karena keindahannya. Pada malam hari dipasang lampu-lampu warna warni yang menambahkan keindahan. Selain itu, akses yang mudah dijangkau dan gratis, banyak masyarakat lokal dan asing yang datang ke sungai ini untuk sekedar mengobrol dengan kerabat sambil duduk dipinggir sungai, ber-swafoto dan menikmati kudapan atau sebagai tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas.

(kondisi sungai cheonggyecheon tahun 1960-1970 an)iadakan festival ini, diatas Sungai Cheonggyecheon akan dipenuhi lentera-lentera dengan berbagai bentuk dan warna yang cantik. Festival ini juga cukup populer dikalangan warga Korea dan juga menjadi fcheonggyecheonfavorit untuk warga asing. Sehingga, festival ini menjadi puncak keramaian di Sungai Cheonggyecheon.
Kalau kamu ada rencana travelling ke Korea Selatan, jangan lupa untuk masukin Sungai Chenggyecheon di list kamu, yaa.. Kepoin terus website www.kukchelanguages.com untuk cari tau hal-hal lain tentang Korea Selatan!
Komentar