top of page
Cari

Deoksugung, Taman Hasil Imajinasi di Tengah Kota Seoul

Seoul termasuk kota yang sibuk dengan berjuta alasan, namun ini memiliki khasanah kaya akan budaya yang tentunya masih terjaga di tengah modernisasi saat ini. Salah satunya adalah Deoksugung Palace atau Istana Deoksugung.



Deoksugung Palace adalah istana keempat dari lima Istana dinasti Jeosan yang ada di Korea Selatan dan tempat wisata di Seoul ini di kelilingi bangunan modern lainnya. Deoksugung merupakan situs sejarah Korea Selatan No. 124 dan salah satu tempat paling tenang di pusat kota Seoul.

Pada abad ke-15, Deoksugung adalah kediaman pribadi seorang pangeran besar. Kemudian pada akhir abad ke-19, itu menjadi istana kekaisaran Korea yang berumur pendek. Selama periode kolonial Jepang berikutnya, tempat ini dibangun kembali menjadi taman umum. Istana Deoksugung adalah istana terkecil di Seoul. Nama Istana Deoksugung berarti "Istana kebajikan dan umur panjang" dalam semangat berdoa untuk umur panjang bagi Kaisar Gojong. Deoksugung juga dikenal sebagai Gyeongun-gung, Istana Deoksugung, atau Istana Deoksu yang juga merupakan kompleks istana bertembok di Seoul.


Selain bangunan istana tradisional, ada juga taman hutan, patung Raja Sejong Agung dan Museum Seni Nasional, yang menyelenggarakan pameran khusus. Istana ini terletak di dekat Stasiun Balai Kota.


Istana Deoksugung bisa dibilang lebih istimewa di antara istana Korea. Karena memiliki taman dan air mancur bergaya modern dan barat.


Sebuah proyek artistik berlangsung di tempat ini, dengan judul “Proyek Deoksugung 2021: Taman Imajinasi.” Proyek ini mengambil inspirasi dari budaya “uiwon” bangsawan era Joseon. Uiwon adalah taman imajiner dalam pikiran seseorang.


Seperti sastrawan abad ke-18 dan ke-19, para seniman kontemporer telah menafsirkan kembali nilai-nilai taman, merenungkan sejarah, dan filosofi. Masing-masing dari 10 karya seni di taman Deoksugung, mulai dari seni media, instalasi, kerajinan dan lukisan, menceritakan kisah taman mereka sendiri.



Sebuah karya oleh Yun Suk-nam, seorang pelukis Korea, menciptakan kembali percakapan imajinernya dengan pohon tua yang ditanam pada masa pemerintahan Raja Gojong menjelang akhir era Joseon, tepat sebelum awal periode kolonial Jepang.


Shin Hye-woo, seorang ilustrator botani, telah menggambar lukisan miniatur tanaman yang ditemukan di halaman Deoksugung, membayangkan dirinya sebagai ahli botani kekaisaran selama periode modern awal Kekaisaran Korea.


Didukung oleh Administrasi Warisan Budaya, “Proyek Deoksugung 2021: Taman Imajinasi” adalah proyek keempat di Deoksugung oleh Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer.


27 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua

ความคิดเห็น


bottom of page