top of page
Cari

10 Festival Khas Musim Semi di Korea Selatan

Tidak seperti di Indonesia, Korea Selatan memiliki 4 musim yang berbeda salah satunya musim semi. Musim semi di Korea menjadi salah satu musim favorit wisatawan untuk berkunjung ke Korea Selatan karena udara hangat dan banyak festival yang dilakukan pada musim semi. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas 10 festival khas musim semi di Korea Selatan.



1. Festival Tulip di Taean


Festival Tulip dilaksanakan di Taean County di South Chungcheong Do, Korea Selatan terletak sekitar 3 jam dari Seoul dan mungkin terlihat jauh tetapi bisa dilakukan dalam perjalanan sehari. Festival ini menghadirkan berbagai macam bunga, mulai dari lavender, tulip hingga lili. Meskipun jenis bunganya bermacam-macam, semuanya tertata dengan amat rapi. Bahkan, di beberapa bagian taman, bunga bunga tersebut dijejerkan secara cantik, hingga membentuk suatu pola yang terlihat unik. Hal yang spesial dari Festival Tulip Taean adalah Festival Tulip Taean menjadi salah satu festival tulip top 5 di dunia dan teknik perawatan bunga dipelajari khusus dari Belanda.



2. Festival Sakura di Pulau Jeju


Salah satu dari sekian banyak festival musim semi adalah Festival Sakura Jeju adalah tempat di mana bunga sakura pertama di negara ini dapat dilihat. Festival ini menawarkan zona foto bunga sakura serta berbagai program lain untuk dinikmati. Selain itu, festival ini dapat dinikmati sepanjang siang dan malam hari dengan menggunakan sistem pencahayaan yang luas. Selama periode festival, Jalan Jeonnong-ro ditutup untuk semua lalu lintas kendaraan sehingga pengunjung dapat dengan aman menikmati bunga-bunga.


3. Festival Yeongdeungpo Yeouido


Festival Bunga Musim Semi Yeouido Yeongdeungpo adalah festival yang representatif di Seoul, berlangsung setiap bulan April. Yeouiseo-ro, jalan di belakang Gedung Majelis Nasional, dipagari dengan pohon sakura dan merupakan jalan sakura yang paling terkenal di Seoul. Pengunjung dapat berjalan-jalan di sepanjang Sungai Hangang melalui terowongan pohon-pohon megah ini. Ada sekitar 1800 pohon sakura dan pohon sakura akan terlihat lebih indah saat malam hari karena diterangi oleh cahaya lampu.


4. Festival Jinhae Gunhangje


Festival Jinhae Gunhangje adalah salah satu festival terbesar di Korea dan menarik setidaknya 2 juta pengunjung setiap tahun. Di Jinhae sendiri, terdapat sekitar 300.000 pohon sakura. Festival ini pertama kali digelar sebagai upacara peringatan untuk memperingati laksamana angkatan laut paling terkenal di Periode Joseon, Yi Sun-sin dan sekarang telah berkembang menjadi sebuah festival yang dinikmati oleh semua orang. Acara-acara utama yang bisa dinikmati di festival ini antara lain : Harmoni bunga sakura dan cahaya bintang yang indah-Yeojwacheon Starlight Festival, Pertunjukan Kembang Api Multimedia Pelabuhan Sokcheonhang, Pertunjukan udara Black eagles, Victory Parade, dan masih banyak lagi.


5. Festival Maehwa Gwangyang


Festival ini berlangsung di Desa Maehwa dekat dengan kota Gwangyang, Provinsi Jeollanam-do. Desa ini memang dikenal sebagai daerah yang ditumbuhi pohon plum paling banyak di Korea. Bahkan nama desanya pun menggunakan nama “Maehwa” yang bermekaran saat musim semi tiba. Saat bunga Maehwa mekar sempurna panorama desa ini pun sangat indah. Warna putih kelopak Maehwa ada di setiap sudut desa. Belum lagi guguran bunga yang juga memberikan nuansa romantis bagi siapapun yang menghuni dan mengunjungi desa Maehwa. Festival yang biasanya dilakukan pada bulan Maret ini selalu dijubeli wistawan dari dalam dan luar negari. Pada tahun 2012 misalnya, festival itu dihelat sejak tanggal 17 hingga 25 Maret.


6. Festival Kepiting Salju Yeongdeok


Pada musim semi, bukan cuma festival bunga saja, tetapi juga ada festival kepiting salju. Yeongdeok telah lama dikenal karena banyaknya kepiting salju. Selama Dinasti Goryeo (918-1392), wilayah ini menyajikan kepiting salju sebagai penghargaan kepada raja. Festival Kepiting Salju Yeongdeok diadakan di Pelabuhan Gangguhang dan program acara yang ada termasuk parade jalanan, mencicipi kepiting salju, lelang produk, kontes menyanyi, dan banyak lagi.


7. Festival Budaya Wangin Yeongam


Festival Budaya Wangin Yeongam merayakan pencapaian Dr. Wangin dari Korea, yang melakukan perjalanan ke Jepang lebih dari 1.600 tahun yang lalu untuk menyebarkan pengetahuan, budaya dan seni. Festival berlangsung pada bulan April ketika bunga sakura mekar sepenuhnya. Di antara banyak pertunjukan dan kegiatan tradisional untuk berpartisipasi, acara utama dari festival ini adalah parade jalanan, terbuka untuk semua pengunjung dan warga untuk ikut serta. Festival ini diselenggarakan pada bulan april di Yeongam, Provinsi Jeollanam.


8. Festival Lentera Teratai (Yeon Deung Hoe)


Yeon Deung Hoe (Festival Lentera Teratai) diadakan setiap tahun pada Ulang Tahun Buddha (hari kedelapan bulan keempat kalender lunar). Acara diadakan pada bulan mei di kuil-kuil Buddha di beberapa distrik di Seoul. Acara-acara besar termasuk pameran lentera tradisional dan parade lentera untuk sebuah festival yang akan bertahan lama di ingatan seseorang untuk waktu yang lama.


9. Festival Chasabal Tradisional Mungyeong


Festival Chasabal Tradisional Mungyeong bertujuan untuk meningkatkan budaya daerah dan mempromosikan keramik Mungyeong sebagai merek nasional. Terletak indah di kaki pegunungan Baekdudaegan, Mungyeong dipenuhi tanah berpasir dan kayu bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang-barang keramik yang bagus dan relatif terjangkau. Program festival meliputi pengalaman pembuatan tembikar yang dipimpin oleh pengrajin lokal.


10. Festival Budaya Obat Herbal Yangnyeongsi Daegu


Pasar Obat Herbal Yangnyeongsi Daegu memiliki sejarah panjang budaya dan tradisi. Festival Budaya Obat Herbal Yangnyeongsi Daegu adalah festival obat herbal yang representatif di seluruh Asia, menampilkan penggunaan ramuan tradisional dan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit. Pengunjung festival dapat menikmati daya tarik sejarah dan kesempatan luar biasa untuk merasakan budaya pengobatan tradisional.


76 tampilan0 komentar
bottom of page